Drs. KH. Mahrus Amin

Selain dikenal sebagai kota modern, ternyata memiliki sosok Kiai yang dikenal luas oleh masyarakat. Dia adalah K.H. Mahrus Amin, penggagas pendirian 1000 Pesantren Nusantara. Lelaki berusia 70 tahun ini menggagas pendirian 1000 Pesantren Nusantara dengan Gerakan Nasional, Cinta Wakaf Zakat, Infaq, dan Shadaqoh. Impiannya untuk mewujudkan 1000 Pesantren Nusantara pada awalnya memang tampak seperti sesuatu yang mustahil diwujudkan, terleboh saat ini masyarakat lebih mengutaman pendidikan umum ketimbang agama.

Namun pelan tapi pasti keinginannya mulai terwujud, idenya mendapatkan respon dari masyarakat di berbagai daerah. K.H Mahrus Amin mengatakan gerakan pendirian 1000 pesantren ini didasari masih belum meratanya kader-kader umat Islam di pelosok nusantara. “Untuk pemerataan da’wah muslim, perlu disebar pondok pesantren di seluruh Indonesia,” ungkap K.H Mahrus Amin.

Pemilihan model pengkaderan lewat pondok pesantren adalah alasan historis dan empiris. Lembaga ini telah terbukti bisa tumbuh dan berkembang di tengah-tengah masyarakat, desa maupun kota. Pondok pesantren juga merupakan penerjemahan dari jejak langkah Rasulullah Muhammad SAW membangun umat di Madinah.

“Ketika hijrah dari Makkah ke Madinah, hal pertama yang dilakukan oleh Rasul adalah mendirikan masjid sebagai pusat semua aspek kegiatan umat,” ungkap pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Madinatunnajah Tangsel ini.

Saat ini Ponpes Madinatunnajah berada dibawah Yayasan Pendidikan dan Wakaf Islamiyah An-Najah yang terletak di Jl. Jombang-BSD No.97 Ciputat Tangerang Selatan Banten.

K.H Mahrus Amin juga memaparkan Saat ini Yayasan Pendidikandan Wakaf Islamiyyah telah merintis pembangunan 100 pesantren yang tersebar di selurh Indonesia, baik yang merupakan bagian dari Madinatunnajah Grup maupun mitra binaan. Dan saat ini telah memiliki lembaga pendidikan meliputi Tarbiyatul Mu;allimin Wal Mu’allimat Al Islamiyah (TMI), Madrasah Ibtidaiyah Terpadu, dan Taman Pendidikan Al Qur-an. Selain itu ada juga Majlis Ta’lim, Pengajian Awal bulan bersama ulama Madinatunnajah (PESAN ULAMA) , Tahfidz Al Qur-an, Rihlah Ruhiyah, Manasik Haji, dan kegiaatan keislaman lainnya.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad 1430 Hijriah, Yayasan Pendidikan dan Wakaf Islamiyah An-Najah menggelar pengajian awal bulan bersama ulama Madinatunnajah (PESAN ULAMA) dengan penceramah KH. Ahya Al-Anshori. Pembina Majlis Ta’lim Al Chosiyah Kota Tangsel.

Dalam kesempatan tersebut K.H Mahrus Amin mengundang Hj.Airin Rachmi Diany, aktivis sosial yang dikenal ditengah masyarakat. “Harapannya agar perkembangan pesantren di Kotanya bisa terus meningkat. Sementara itu Hj.Airin Rachmi Diany mengatakan dukungannya kepada Yayasan “Saya sangat mendukung program yang digagas oleh Kiai Mahrus Amin dengan mendirikan 1000 pesantren di Nusantara. Mari kita bersama-sama berusaha dan berdo’a untuk mewujudkan tujuan yang mulia ini,” tutur Hj Airin (sumber:  info-airin.com/)

Nama : KH. Drs. Mahrus Amin
T T L : Cirebon, 14 Februari 1940
Nama Bapak : Casim Jasim Ahmad Amin
Nama Ibu : Hj. Jamilah binti H. Muharom
Alamat asal : Ds. Kallimukti (Kalibuntu) Pabedilan (Ciledug) Cirebon
Alamat sekarang : Jl. Pesanggrahan 86 Ulujami Jakarta Selatan.
Pendidikan : 1. Sekolah Rakyat Islam Losari Brebes (6 tahun), 1954
2. KMI Gontor (6 tahun), 1954/ 1961
3. IAIN Jakarta Fak. Ushuluddin Jur. Ilmu Dakwah, 1962 – 1972
Pengalaman Kerja :
1. Merintis dan memimpin Darunnajah Petukangan Jakarta Selatan, 1962 – 1972
2. Merintis dan memimpin Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami, 1961 – sekarang.
3. Mendirikan Darunnajah Group, 1980.
4. Pendiri dan Ketua I Yayasan Qolbun Salim Jakarta.
5. Anggota Dewan Penasehat Majlis Ulama DKI Jakarta.
6. Ketua I DPP Forum Islamic Center Indonesia.

(sumber : Darunnajah Unite)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>