Banyak orang yang merasa bahwa sebenarnya mereka hanya mengingat sedikit saja walaupun mereka tidak begitu yakin tentang pemahaman mereka. Inilah beberapa kiat tambahan untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan apa yang Anda perlukan dari apa yang Anda baca.
a. Jadilah Pembaca Aktif
Jangan lupa dengan enam kata tanya: Siapa? Kapan? Di mana? Apa? Mengapa? Bagaimana? Buatlah teks bacaan menjawab pertanyaan Anda saat Anda membaca. Ketika Anda bertanya, Anda memusatkan pikiran Anda kedalam keadaan yang leboh menuntut, mengeluarkan gagasan dari teks seolah-olah Anda menyedot bensin dari dalam tangki.
b. Bacalah gagasannya, bukan kata-katanya
Kata-kata yang digunakan seorang penulis adalah alat untuk menyampaikan gagasan-gagasannya, dan satu-satunya cara Anda dapat “memahami gagasan” tersebut adalah dengan membaca kata-kata dalam konteks yang berhubungan. Ketika Anda membaca kata satu demi satu, otak Anda harus bekerja lebih keras untuk mengartikannya. Membaca kata satu demi satu bagaikan berusaha untuk mengetahui seperti apa bentuk boomerang dengan meneliti molekul-molekulnya.
c. Libatkan indera Anda
Gunakanlah indera pendengaran Anda dengan membaca secara keras. Bacalah sekali buku itu dengan cepat. Lalu, jika buku itu milik Anda, libatkan indera kinestetik dan visual Anda dengan menggarisbawahi hal-hal yang penting dengan stabilo dan gambarlah sesuatu ditepinya untuk membantu Anda memahami konsep-konsep kunci.
d. Ciptakan minat
Lebih mudah membaca buku ketika Anda mengenal subjeknya.
e. Buat peta pikiran (mind mapping) dari materi bacaan
Buatlah peta pikiran dengan menggunakan judul-judul bab atau pembagian topik lainnya. Lalu bacalah sekali lagi secara menyeluruh dan isilah detail-detail yang penting untuk diingat.
Sumber:
-Quantum Learning, Bobbi DePorter dan Mike Hernacki: Kaifa -http://iqro4all.multiply.com/journal/item/36/36