Kairo/dn.com – Seiring dengan semakin terhimpitnya Presiden Mesir Husni Mubarak untuk segera turun dari jabatannya yang telah ia emban 30 tahun lamanya hingga saat ini. Dampak positif dari kepemimpinannya masih dirasakan kurang oleh masyarakat mesir pada umumnya. alhasil, para demonstran semakin merapatkan barisan untuk menggulingkan kedigdayaan Presiden Mesir saat ini. disamping itu kurang lebih 4000 mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Mesir. termasuk diantaranya mahasiswa Indonesia yang berasal dari Pondok Pesantren Darunnajah jakarta hingga mencapai hingga 70 orang yang masih terjebak dalam kerusuhan tersebut. Menurut informasi dari salah satu alumni Darunnajah yang berdomisili di Mesir Miswadi, bahwa sudah ada beberapa Mahasiswa Mesir dari alumni Darunnajah yang bertolak ke Indonesia diantaranya; 1). Noer Kamila angkatan 28/29, 2). Lisma angkatan 30, 3). Hartini Azzahra angkatan 27. Miswadi sendiri direncanakan akan bertolak ke Indonesia pada kamis (10/02/2011).
Masih menurut miswadi bahwa ada sekitar 20 warga negara Indonesia yang ditangkap kepolisian Mesir. Untuk membebaskan ke 20 WNI tersebut, harus ada surat pernyataan dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI). Namun Hal tersebut tidak begitu dikhawatirkan karena alasan ditangkapnya WNI tersebut untuk keamanan semata supaya tidak ada warga negara lain yang ikut serta dalam kerusuhan di Mesir. Dalam hal ini, tidak ada alumni Darunnajah yang ditangkap.
Melihat dari pengalaman Indonesia pada peristiwa reformasi 1998, Indonesia berhasil melakukan transisi demokrasi dan membawa perubahan. Indonesia juga mengalami yang sama dulu, tapi Indonesia bisa mengatasi dan akhirnya melakukan reformasi, transisi demokrasi dan transformasi sebagaimana yang berlangsung hingga hari ini.
Dalam kutipan yang diambil dari liputan6.com bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyurati pemerintah Mesir guna berbagi pengalaman terkait krisis politik yang sedang melanda negara di belahan utara Benua Afrika itu. Surat ini dibawa oleh utusan khusus Presiden yang juga mantan Menteri Luar Negeri dan mantan Duta Besar Indonesia di Mesir Nur Hassan Wirajuda.
Presiden juga berharap pemerintah Mesir dapat mengatasi permasalahan dalam negerinya secara tepat dan bijak guna menghindari tindakan kekerasan dan jatuhnya korban yang tidak perlu. Terlebih, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan pemerintah Republik Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945.